Menu

Transformasi Digital Pariwisata: Adopsi Pemasaran Digital pada UMKM di Era Ekonomi Kreatif

Penulis : Dyah Sugandini, Abdul Ghofar, dkk.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : viii + 145 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 230 gram

Pariwisata hari ini tidak bisa dilepaskan dari dunia digital. Cara wisatawan mencari inspirasi perjalanan, membandingkan destinasi, hingga memesan layanan, semuanya dilakukan lewat media sosial, mesin pencari, dan platform daring. Tren inilah yang membuat digitalisasi menjadi “jalan hidup baru” bagi UMKM pariwisata, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kreatif di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta. Namun, transformasi digital bukan sekadar urusan teknologi. Ia menyentuh berbagai sisi: kemampuan pelaku usaha dalam menggunakan media sosial, kesiapan organisasi dalam beradaptasi, dukungan lingkungan sekitar, hingga faktor psikologis yang sering kali terlupakan seperti kepercayaan (trust). Tanpa adanya rasa percaya terhadap keamanan platform, mitra digital, maupun konsumen, UMKM akan sulit melangkah lebih jauh dalam dunia pemasaran online.

Buku ini hadir untuk menjawab persoalan itu dengan pendekatan ilmiah sekaligus praktis. Penulis menggabungkan teori-teori terkini seperti Technology Organization Environment (TOE) dan Diffusion of Innovation (DOI) dengan realitas lapangan di UMKM pariwisata Yogyakarta. Hasilnya, tersaji analisis yang tajam tentang apa saja yang membuat sebagian UMKM sukses bertransformasi digital, sementara yang lain masih tertinggal.

Lebih dari sekadar teori, buku ini mengangkat kisah nyata: bagaimana homestay lokal belajar memanfaatkan platform daring, bagaimana usaha kuliner kecil mengandalkan storytelling otentik di media sosial untuk menarik wisatawan, serta bagaimana komunitas desa wisata membangun narasi bersama demi menjaga identitas lokal sekaligus memikat pasar global. Semua kisah ini memperlihatkan bahwa kunci keberhasilan digitalisasi UMKM terletak pada kombinasi keterampilan, dukungan ekosistem, dan narasi yang tulus dari masyarakat.

Dengan gaya penulisan yang komunikatif, buku ini tidak hanya menyasar akademisi dan pembuat kebijakan, tetapi juga pelaku UMKM, pendamping, serta siapa saja yang peduli pada masa depan pariwisata Indonesia. Ia mengajarkan bahwa digitalisasi bukan hanya soal “mengikuti tren”, melainkan soal keberlanjutan: bagaimana teknologi digunakan untuk memperkuat kepercayaan, memperluas pasar, dan menjaga daya saing pariwisata di era ekonomi kreatif.

Stok Kosong

Transformasi Digital Pariwisata: Adopsi Pemasaran Digital pada UMKM di Era Ekonomi Kreatif

Penulis : Dyah Sugandini, Abdul Ghofar, dkk.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : viii + 145 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 230 gram

Pariwisata hari ini tidak bisa dilepaskan dari dunia digital. Cara wisatawan mencari inspirasi perjalanan, membandingkan destinasi, hingga memesan layanan, semuanya dilakukan lewat media sosial, mesin pencari, dan platform daring. Tren inilah yang membuat digitalisasi menjadi “jalan hidup baru” bagi UMKM pariwisata, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kreatif di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta. Namun, transformasi digital bukan sekadar urusan teknologi. Ia menyentuh berbagai sisi: kemampuan pelaku usaha dalam menggunakan media sosial, kesiapan organisasi dalam beradaptasi, dukungan lingkungan sekitar, hingga faktor psikologis yang sering kali terlupakan seperti kepercayaan (trust). Tanpa adanya rasa percaya terhadap keamanan platform, mitra digital, maupun konsumen, UMKM akan sulit melangkah lebih jauh dalam dunia pemasaran online.

Buku ini hadir untuk menjawab persoalan itu dengan pendekatan ilmiah sekaligus praktis. Penulis menggabungkan teori-teori terkini seperti Technology Organization Environment (TOE) dan Diffusion of Innovation (DOI) dengan realitas lapangan di UMKM pariwisata Yogyakarta. Hasilnya, tersaji analisis yang tajam tentang apa saja yang membuat sebagian UMKM sukses bertransformasi digital, sementara yang lain masih tertinggal.

Lebih dari sekadar teori, buku ini mengangkat kisah nyata: bagaimana homestay lokal belajar memanfaatkan platform daring, bagaimana usaha kuliner kecil mengandalkan storytelling otentik di media sosial untuk menarik wisatawan, serta bagaimana komunitas desa wisata membangun narasi bersama demi menjaga identitas lokal sekaligus memikat pasar global. Semua kisah ini memperlihatkan bahwa kunci keberhasilan digitalisasi UMKM terletak pada kombinasi keterampilan, dukungan ekosistem, dan narasi yang tulus dari masyarakat.

Dengan gaya penulisan yang komunikatif, buku ini tidak hanya menyasar akademisi dan pembuat kebijakan, tetapi juga pelaku UMKM, pendamping, serta siapa saja yang peduli pada masa depan pariwisata Indonesia. Ia mengajarkan bahwa digitalisasi bukan hanya soal “mengikuti tren”, melainkan soal keberlanjutan: bagaimana teknologi digunakan untuk memperkuat kepercayaan, memperluas pasar, dan menjaga daya saing pariwisata di era ekonomi kreatif.

Stok Kosong