Supersaturasi Obat Basa Lemah: Polimer Alami sebagai Polimer Inhibitor Presipitasi
| Penulis | : | Dr. Apt. Viviane Annisa, S.Farm., Prof. Dr. Apt. Agung Endro Nugroho, M.Si., Prof. Dr. Apt. Teuku Nanda Saifullah Sulaiman, M.Si., Prof. Dr. Apt. Akhmad Kharis Nugroho, M.Si. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | vi + 116 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-8135-19-6 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 300 gram |
Buku ini disusun dengan tujuan untuk memberikan wawasan komprehensif kepada para mahasiswa, peneliti, dan praktisi farmasi mengenai dasar-dasar teori supersaturasi, teknik-teknik yang digunakan untuk pengujian supersaturasi, serta aplikasi praktisnya dalam formulasi obat. Pada buku ini dijelaskan mengenai fenomena supersaturasi pada obat basa lemah yang dapat mengakibatkan presipitasi. Presipitasi ini akan menyebabkan obat basa lemah yang terabsorbsi dalam darah menurun, sehingga bioavailabilitasnya juga akan menurun. Dalam pengujian supersaturasi, perlu dibuat suatu pemodelan supersaturasi. Buku ini menjelaskan pemodelan supersaturasi, termasuk model alat pengujian maupun medium pengujian. Metode pengujian supersaturasi ini mirip seperti pengujian disolusi, seperti metode, media, maupun cara sampling data. Pengujian supersaturasi dapat menggunakan model dua kompartemen, yakni metode tuang, metode pompa peristaltik 1 dayung maupun 2 dayung. Pemilihan media disolusi berperan penting terhadap hasil pengujian. Pemilihan media biorelevan lebih baik karena dapat merepresentasikan hasil yang mirip dengan kondisi cairan gastrointestinal. Pembaca buku ini akan diberikan contoh aplikasi pengujian supersaturasi yang telah kami lakukan sebelumnya menggunakan polimer alami sebagai Polimer Presipitasi Inhibitor (PPI) untuk mengatasi permasalahan supersaturasi pada ketokonazol sebagai model obat. Adanya PPI dapat mempertahankan fase supersaturasi, sehingga terhindar dari presipitasi, lalu nantinya akan meningkatkan bioavailabilitas obat di dalam darah. Belum banyak penelitian mengenai penggunaan polimer alami sebagai inhibitor presipitasi. Warren et al (2010) dan Curatolo et al (2009) melakukan penelitian menggunakan polimer alami sebagai inhibitor presipitasi. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh informasi bahwa alginat merupakan polimer alami yang paling berpotensi menjadi inhibitor prespitasi obat basa lemah, meskipun tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Alginat dapat menjadi atribut fungsional kunci dari inhibitor presipitasi yang paling efektif. Untuk memperbaiki kemampuan alginat sebagai inhibitor presipitasi, maka pada penelitian ini dilakukan pengujian inhibitor presipitasi menggunakan kombinasi alginat dengan polimer bermuatan negatif lainnya seperti, gum acacia, pektin, atau karangenan yang dapat berinteraksi melalui ikatan hidrogen. Adanya kation bervalensi seperti kalsium dari garam CaCl2 dapat berinteraksi dengan gugus negatif dari polimer, seperti gugus hidroksil, karboksil, amino, dan gugus sulfat melalui ikatan hidrogen. Penambahan ion kalsium dapat meningkatkan kekuatan mekanik dari kombinasi polimer tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh CaCl2 terhadap kombinasi alginat-gum acacia (AG), alginat-pektin (AP), dan alginat-karagenan (AK), untuk mengetahui kemampuan kombinasi AG, AP, dan AK dalam menghambat presipitasi obat basa lemah dari fase supersaturasi yang dipicu oleh pergeseran pH, dan terakhir untuk mengetahui bioavailabilitas ketokonazol dan kombinasi polimer.
Stok Kosong
Supersaturasi Obat Basa Lemah: Polimer Alami sebagai Polimer Inhibitor Presipitasi
| Penulis | : | Dr. Apt. Viviane Annisa, S.Farm., Prof. Dr. Apt. Agung Endro Nugroho, M.Si., Prof. Dr. Apt. Teuku Nanda Saifullah Sulaiman, M.Si., Prof. Dr. Apt. Akhmad Kharis Nugroho, M.Si. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | vi + 116 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-8135-19-6 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 300 gram |
Buku ini disusun dengan tujuan untuk memberikan wawasan komprehensif kepada para mahasiswa, peneliti, dan praktisi farmasi mengenai dasar-dasar teori supersaturasi, teknik-teknik yang digunakan untuk pengujian supersaturasi, serta aplikasi praktisnya dalam formulasi obat. Pada buku ini dijelaskan mengenai fenomena supersaturasi pada obat basa lemah yang dapat mengakibatkan presipitasi. Presipitasi ini akan menyebabkan obat basa lemah yang terabsorbsi dalam darah menurun, sehingga bioavailabilitasnya juga akan menurun. Dalam pengujian supersaturasi, perlu dibuat suatu pemodelan supersaturasi. Buku ini menjelaskan pemodelan supersaturasi, termasuk model alat pengujian maupun medium pengujian. Metode pengujian supersaturasi ini mirip seperti pengujian disolusi, seperti metode, media, maupun cara sampling data. Pengujian supersaturasi dapat menggunakan model dua kompartemen, yakni metode tuang, metode pompa peristaltik 1 dayung maupun 2 dayung. Pemilihan media disolusi berperan penting terhadap hasil pengujian. Pemilihan media biorelevan lebih baik karena dapat merepresentasikan hasil yang mirip dengan kondisi cairan gastrointestinal. Pembaca buku ini akan diberikan contoh aplikasi pengujian supersaturasi yang telah kami lakukan sebelumnya menggunakan polimer alami sebagai Polimer Presipitasi Inhibitor (PPI) untuk mengatasi permasalahan supersaturasi pada ketokonazol sebagai model obat. Adanya PPI dapat mempertahankan fase supersaturasi, sehingga terhindar dari presipitasi, lalu nantinya akan meningkatkan bioavailabilitas obat di dalam darah. Belum banyak penelitian mengenai penggunaan polimer alami sebagai inhibitor presipitasi. Warren et al (2010) dan Curatolo et al (2009) melakukan penelitian menggunakan polimer alami sebagai inhibitor presipitasi. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh informasi bahwa alginat merupakan polimer alami yang paling berpotensi menjadi inhibitor prespitasi obat basa lemah, meskipun tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Alginat dapat menjadi atribut fungsional kunci dari inhibitor presipitasi yang paling efektif. Untuk memperbaiki kemampuan alginat sebagai inhibitor presipitasi, maka pada penelitian ini dilakukan pengujian inhibitor presipitasi menggunakan kombinasi alginat dengan polimer bermuatan negatif lainnya seperti, gum acacia, pektin, atau karangenan yang dapat berinteraksi melalui ikatan hidrogen. Adanya kation bervalensi seperti kalsium dari garam CaCl2 dapat berinteraksi dengan gugus negatif dari polimer, seperti gugus hidroksil, karboksil, amino, dan gugus sulfat melalui ikatan hidrogen. Penambahan ion kalsium dapat meningkatkan kekuatan mekanik dari kombinasi polimer tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh CaCl2 terhadap kombinasi alginat-gum acacia (AG), alginat-pektin (AP), dan alginat-karagenan (AK), untuk mengetahui kemampuan kombinasi AG, AP, dan AK dalam menghambat presipitasi obat basa lemah dari fase supersaturasi yang dipicu oleh pergeseran pH, dan terakhir untuk mengetahui bioavailabilitas ketokonazol dan kombinasi polimer.
Stok Kosong