Penguatan Peran Lembaga Formal Dan Masyarakat Sebagai Mitigasi Bencana Sosial
| Penulis | : | Barus Angumboro Putra Wakhid, Daffa Gilbrani Amaranggana, dkk. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | x + 129 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Selama sepuluh dekade terakhir, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap bencana alam berkembang pesat. Peristiwa besar seperti erupsi Merapi 2010 hingga konferensi internasional AMCDRR 2012 di Yogyakarta menjadi titik balik penting dalam membangun kesiapsiagaan nasional. Media massa, penelitian akademik, hingga kebijakan pemerintah turut memperkuat konstruksi publik tentang pentingnya mitigasi bencana.
Namun, di balik sorotan pada bencana alam, bencana sosial justru kerap luput dari perhatian. Padahal, konflik, perang, maupun krisis sosial lainnya memiliki dampak yang tak kalah merusak bagi tatanan masyarakat. Buku ini hadir untuk menggali dinamika penanganan bencana—baik alam maupun sosial—dengan menekankan peran komunikasi, kolaborasi, dan kearifan lokal sebagai fondasi membangun ketangguhan bersama.
Melalui kumpulan esai karya mahasiswa dan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram, pembaca diajak memahami bagaimana forum pengurangan risiko bencana, program bank sampah, strategi pemadam kebakaran, hingga integrasi relawan dan pemerintah menjadi bagian dari ikhtiar kolektif menghadapi krisis. Setiap tulisan lahir dari observasi lapangan, wawancara, dan kajian literatur, sehingga menghadirkan perspektif yang segar sekaligus aplikatif.
Buku ini bukan hanya catatan tentang bencana, melainkan juga refleksi tentang komunikasi, solidaritas, dan strategi masyarakat dalam merespons tantangan zaman. Sebuah bacaan penting bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, dan siapa pun yang peduli pada isu kebencanaan dan keberlangsungan hidup sosial.
Stok Kosong
Penguatan Peran Lembaga Formal Dan Masyarakat Sebagai Mitigasi Bencana Sosial
| Penulis | : | Barus Angumboro Putra Wakhid, Daffa Gilbrani Amaranggana, dkk. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | x + 129 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Selama sepuluh dekade terakhir, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap bencana alam berkembang pesat. Peristiwa besar seperti erupsi Merapi 2010 hingga konferensi internasional AMCDRR 2012 di Yogyakarta menjadi titik balik penting dalam membangun kesiapsiagaan nasional. Media massa, penelitian akademik, hingga kebijakan pemerintah turut memperkuat konstruksi publik tentang pentingnya mitigasi bencana.
Namun, di balik sorotan pada bencana alam, bencana sosial justru kerap luput dari perhatian. Padahal, konflik, perang, maupun krisis sosial lainnya memiliki dampak yang tak kalah merusak bagi tatanan masyarakat. Buku ini hadir untuk menggali dinamika penanganan bencana—baik alam maupun sosial—dengan menekankan peran komunikasi, kolaborasi, dan kearifan lokal sebagai fondasi membangun ketangguhan bersama.
Melalui kumpulan esai karya mahasiswa dan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram, pembaca diajak memahami bagaimana forum pengurangan risiko bencana, program bank sampah, strategi pemadam kebakaran, hingga integrasi relawan dan pemerintah menjadi bagian dari ikhtiar kolektif menghadapi krisis. Setiap tulisan lahir dari observasi lapangan, wawancara, dan kajian literatur, sehingga menghadirkan perspektif yang segar sekaligus aplikatif.
Buku ini bukan hanya catatan tentang bencana, melainkan juga refleksi tentang komunikasi, solidaritas, dan strategi masyarakat dalam merespons tantangan zaman. Sebuah bacaan penting bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, dan siapa pun yang peduli pada isu kebencanaan dan keberlangsungan hidup sosial.
Stok Kosong