Menu

Pariwisata Berbasis Masyarakat: Konsep, Praktik, dan Tantangan

Penulis : Mariana Rista Ananda Siregar & Yogaprasta Adi Nugraha
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : x + 109 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 190 gram

Di tengah geliat pemulihan industri pariwisata pasca-pandemi, satu pertanyaan mendasar terus menggema: pariwisata untuk siapa? Buku ini hadir sebagai jawaban yang jujur sekaligus provokatif atas pertanyaan tersebut. Buku ini mengurai paradigma Community-Based Tourism (CBT) atau Pariwisata Berbasis Masyarakat secara komprehensif dan berbasis data, penulis mengajak pembaca melampaui romantisisme wisata desa menuju pemahaman yang kritis dan kontekstual.

Pariwisata Berbasis Masyarakat bukan sekadar model bisnis alternatif, konsep tersebut adalah sebuah paradigma etis yang merekonfigurasi relasi kekuasaan dalam tata kelola destinasi wisata dari yang selama ini didominasi oleh modal dan kepentingan eksternal, menuju sistem yang berakar pada kewenangan, kreativitas, dan kearifan komunitas lokal. Buku ini menjadi salah satu referensi yang secara eksplisit mengintegrasikan perspektif Ilmu Komunikasi ke dalam kajian pariwisata berbasis masyarakat dimensi yang selama ini luput dari perhatian padahal menjadi tulang punggung keberhasilan CBT di lapangan.

Disusun dalam lima bab yang membentuk narasi utuh, buku ini menghadirkan pemetaan konseptual yang tajam, analisis kebijakan yang kontekstual, studi kasus dari Nglanggeran hingga Namibia, serta visi ke depan yang realistis namun penuh harapan. Pembaca akan diajak menapaki perjalanan intelektual: dari memahami mengapa pariwisata massal gagal menyejahterakan komunitas, hingga menemukan bagaimana komunikasi partisipatif, kearifan lokal, dan kolaborasi multi-pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan CBT yang autentik dan berkelanjutan.

Buku ini tidak hadir sebagai utopia. Penulis dengan jujur mengurai tantangan nyata yang dihadapi CBT: heterogenitas komunitas, kesenjangan kapasitas sumber daya manusia, tekanan kapital eksternal, hingga ancaman digitalisasi yang tidak merata. Namun di balik setiap tantangan, selalu ada jalan yang hanya dapat ditemukan melalui dialog yang terbuka, partisipasi masyarakat yang asli, dan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan.

Buku ini ditujukan bagi mahasiswa pariwisata, komunikasi, dan ilmu sosial; bagi peneliti yang ingin memahami dinamika pembangunan berbasis komunitas; bagi praktisi dan pengelola desa wisata, masyarakat pengelola wisata, pemerintah dimana masyakaratnya bergerak menghidupkan daya tarik dan atau kearifan lokalnya; serta bagi siapa saja yang percaya bahwa pariwisata dapat menjadi kekuatan transformatif yang bermartabat  buku ini adalah teman perjalanan yang tidak sekadar memberi informasi, tetapi mengundang untuk berpikir, bertanya, dan bertindak.
 

Stok Kosong

Pariwisata Berbasis Masyarakat: Konsep, Praktik, dan Tantangan

Penulis : Mariana Rista Ananda Siregar & Yogaprasta Adi Nugraha
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : x + 109 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 190 gram

Di tengah geliat pemulihan industri pariwisata pasca-pandemi, satu pertanyaan mendasar terus menggema: pariwisata untuk siapa? Buku ini hadir sebagai jawaban yang jujur sekaligus provokatif atas pertanyaan tersebut. Buku ini mengurai paradigma Community-Based Tourism (CBT) atau Pariwisata Berbasis Masyarakat secara komprehensif dan berbasis data, penulis mengajak pembaca melampaui romantisisme wisata desa menuju pemahaman yang kritis dan kontekstual.

Pariwisata Berbasis Masyarakat bukan sekadar model bisnis alternatif, konsep tersebut adalah sebuah paradigma etis yang merekonfigurasi relasi kekuasaan dalam tata kelola destinasi wisata dari yang selama ini didominasi oleh modal dan kepentingan eksternal, menuju sistem yang berakar pada kewenangan, kreativitas, dan kearifan komunitas lokal. Buku ini menjadi salah satu referensi yang secara eksplisit mengintegrasikan perspektif Ilmu Komunikasi ke dalam kajian pariwisata berbasis masyarakat dimensi yang selama ini luput dari perhatian padahal menjadi tulang punggung keberhasilan CBT di lapangan.

Disusun dalam lima bab yang membentuk narasi utuh, buku ini menghadirkan pemetaan konseptual yang tajam, analisis kebijakan yang kontekstual, studi kasus dari Nglanggeran hingga Namibia, serta visi ke depan yang realistis namun penuh harapan. Pembaca akan diajak menapaki perjalanan intelektual: dari memahami mengapa pariwisata massal gagal menyejahterakan komunitas, hingga menemukan bagaimana komunikasi partisipatif, kearifan lokal, dan kolaborasi multi-pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan CBT yang autentik dan berkelanjutan.

Buku ini tidak hadir sebagai utopia. Penulis dengan jujur mengurai tantangan nyata yang dihadapi CBT: heterogenitas komunitas, kesenjangan kapasitas sumber daya manusia, tekanan kapital eksternal, hingga ancaman digitalisasi yang tidak merata. Namun di balik setiap tantangan, selalu ada jalan yang hanya dapat ditemukan melalui dialog yang terbuka, partisipasi masyarakat yang asli, dan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan.

Buku ini ditujukan bagi mahasiswa pariwisata, komunikasi, dan ilmu sosial; bagi peneliti yang ingin memahami dinamika pembangunan berbasis komunitas; bagi praktisi dan pengelola desa wisata, masyarakat pengelola wisata, pemerintah dimana masyakaratnya bergerak menghidupkan daya tarik dan atau kearifan lokalnya; serta bagi siapa saja yang percaya bahwa pariwisata dapat menjadi kekuatan transformatif yang bermartabat  buku ini adalah teman perjalanan yang tidak sekadar memberi informasi, tetapi mengundang untuk berpikir, bertanya, dan bertindak.
 

Stok Kosong