Gontoriana–Pabelaniana: Nostalgia, Pembelajaran, dan Pembentukan Karakter Santri
| Penulis | : | Prof. Bambang Suryadi, Ph.D. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm, |
| Tebal | : | xviii + 186 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 300 gram |
Gontoriana–Pabelaniana: Catatan Nostalgia Seorang Santri merupakan rekaman pengalaman, kenangan, dan refleksi perjalanan seorang santri yang pernah menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pondok Pabelan. Buku ini mengisahkan berbagai pengalaman kehidupan pesantren, persahabatan, pendidikan, perjuangan, serta nilai-nilai yang membentuk karakter dan perjalanan hidup penulis.
Melalui kisah personal dan catatan sejarah yang bersinggungan dengan perjalanan kedua pesantren, buku ini menghadirkan kembali suasana kehidupan santri pada zamannya sekaligus merefleksikan relevansinya bagi generasi sekarang. Gontor dan Pabelan tidak hanya dikenang sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, kemandirian, kepemimpinan, ukhuwah, dan semangat pengabdian.
Buku ini menjadi bagian dari upaya merawat memori dan nilai-nilai kepesantrenan agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Dalam momentum peringatan satu abad Gontor, Gontoriana–Pabelaniana juga merupakan ungkapan cinta dan dedikasi kepada almamater dari generasi santri yang pernah tumbuh dan belajar di dalamnya.
Stok Kosong
Gontoriana–Pabelaniana: Nostalgia, Pembelajaran, dan Pembentukan Karakter Santri
| Penulis | : | Prof. Bambang Suryadi, Ph.D. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm, |
| Tebal | : | xviii + 186 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 300 gram |
Gontoriana–Pabelaniana: Catatan Nostalgia Seorang Santri merupakan rekaman pengalaman, kenangan, dan refleksi perjalanan seorang santri yang pernah menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pondok Pabelan. Buku ini mengisahkan berbagai pengalaman kehidupan pesantren, persahabatan, pendidikan, perjuangan, serta nilai-nilai yang membentuk karakter dan perjalanan hidup penulis.
Melalui kisah personal dan catatan sejarah yang bersinggungan dengan perjalanan kedua pesantren, buku ini menghadirkan kembali suasana kehidupan santri pada zamannya sekaligus merefleksikan relevansinya bagi generasi sekarang. Gontor dan Pabelan tidak hanya dikenang sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, kemandirian, kepemimpinan, ukhuwah, dan semangat pengabdian.
Buku ini menjadi bagian dari upaya merawat memori dan nilai-nilai kepesantrenan agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Dalam momentum peringatan satu abad Gontor, Gontoriana–Pabelaniana juga merupakan ungkapan cinta dan dedikasi kepada almamater dari generasi santri yang pernah tumbuh dan belajar di dalamnya.
Stok Kosong